SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo

Beranda Berita Kegiatan KESERUAN KEGIATAN BIK (Kelas 4) DI SEKOLAHKU

KESERUAN KEGIATAN BIK (Kelas 4) DI SEKOLAHKU

Dini hari pada Ahad (7/3/2021) ruang zoom sekolah sudah mulai ramai dijejali siswa kelas 4 putra yang akan mendengarkan tausiah malam jelang shalat tahajud. Kegiatan tahajud dan tausiah malam adalah bagian dari kegiatan BIK(Bina Iman dan Keislaman) sesi kelas 4 dimulai pada sabtu mulai sore pukul 14.15 hingga berakhir hari ahad subuh pukul 04.14.

Ya, BIK ini adalah bentuk dari inovasi dan ikhtiar kegiatan sekolah guna membangun karakter anak didik di sekolah SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo yang biasa disingkat dengan nama keren SD Muhida di masa pandemi. Kegiatan ini dilakukan rutin tiap setahun sekali mulai jenjang kelas 3-6.

Sebelum pandemi, kegiatan ini dilakukan dengan menginap di sekolah dengan rangkaian kegiatan pemantapan ibadah. Mulai tata cara bersuci, shalat yang benar, shalat jamak qashar, maupun materi keputrian dan mengenal tanda tanda aqil baligh serta mandi junub. Namun saat pandemi kita setting dilakukan secara virtual.

Ilmu dasar ibadah yang saya sebutkan di atas adalah ibadah keseharian yang banyak dilupakan orang. Padahal kesalahan pemahaman cara ibadah ini bisa berakibat fatal terhadap diterima atau tidaknya sebuah amal ibadah rutin sehari-hari.

Keseruan kegiatan BIK yang kali ini dikemas dalam model virtual saat pandemi ini pun mendapat tanggapan beragam. Namun sebagian besar anak-anak memang menantian momen keseruan kegiatan ini. Apalagi ketika mereka mengingat acara makan malam bersama bada maghrib bersama semua temannya dalam satu level kelas dan tidur ramai-ramai di sekolah.

Bahkan di kegiatan virtual ini, ada yang sengaja membeli cemilan dan makanan sebelum tidur. Ia bercerita melakukan hal ini karena ingin membawa suasana BIK seperti saat sebelum pandemi. “Biar kerasa seperti BIK dulu saat di sekolah Pak. Kan dulu waktu BIK kita habis subuh dapat snack dan minuman pak”, kata Diandra Larasati di kelas 4 Ali saat sesi sharing cerita keseruan kegiatan BIK yang dilakukan secara virtual dari rumah .

Kegiatan BIK saat pandemi ini dimulai sejak sore hari. Di buka oleh wakil kepala sekolah Ibu Mufidah Sufianti, dilanjutkan kepala sekolah Bapak Saifullah Rochim, kemudian disambung materi mengenal waktu-waktu shalat dan batas kebolehan melaksanakan shalat yang dijelaskan oleh Kaur Al Islam Al Ustadz Suhairi.

Setelah itu dilanjutkan kegiatan praktek shalat dan kontrol perbaikan bacaan shalat yang digawangi oleh guru-guru BTQ. Di kelas saya kebetulan dihandle oleh ustaz Sahali hafidzahullah. Kegiatan sore ini diakhiri hingga pukul 17.00.

Pada ahad dini hari, sekitar pukul 03.00 anak-anak berkumpul kembali di zoom meeting sekolah setelah dibangunkan oleh orang tuanya. Mereka mendapatkan tausiah kehidupan oleh Bapak Ikhsan seputar hikmah shalat malam. Setelah itu dilanjutkan shalat tahajud dan didokumentasikan oleh orang tuanya dan dikirmkan ke wali kelas untuk menjadi dokumentasi kegiatan sekolah.

Memang kegiatan ini membutuhkan kerjasama dan sinergi antara sekolah dan orang tua. Karena bagaimanapun peran orang tua saat pandemi sangat dibutuhkan untuk membantu mengontrol agar semua kegiatan pembentukan karakter anak bisa benar-benar terwujud dengan maksimal.

Setelah tahajud, anak-anak diajak nobar alias nonton bareng video tentang hikmah shalat tahajud dalam video pendek yang membuat mereka paham bahwa pertolongan Allah dekat dengan orang yang senantiasa mendekatkan diri pada Allah. Setelah itu dilanjutkan murajaah atau mengulang surah pendek agar hafalan mereka makin menancap.

Inilah rangkaian kegiatan BIK di kelas 4. Memang sulit membentuk karakter anak didik di masa pandemi jika sekolah dan orang tua tidak saling support. Alhamdulillah orang tua di sekolah kami sangat membantu kesuksesan setiap inovasi kegiatan yang digagas oleh sekolah. Karenanya kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada orang tua hebat dan luar biasa.

Semoga dengan ikhtiar kita yang sederhana ini, karakter anak-anak terbentuk menjadi hamba yang taat agar segala musibah termasuk wabah korona segera minggat. Tiada yang bisa kita lakukan kecuali kita harus semakin taat dan terus bermunajat. Karena sejatinya musibah selalu membawa pelajaran berharga bagi orang-orang mukmin.

Saya teringat sebuah kalimat sederhana yang pernah saya baca di media sosial terkait wabah ini. “Barangsiapa dengan adanya virus korona ia semakin TAAT maka ia mendapatkan HIKMAH. Tapi barangsiapa yang justru semakin BERMAKSIAT maka ialah sebenarnya yang mendapatkan MUSIBAH”.

Di posisi manakah Anda berada saat musibah korona ini hadir? Meniru ucapan Cak Lontong. Ayo Mikiiiiiir…..

Oleh: Abdullah Makhrus (Guru SD Muh1da)
t.me/ceritamotivasi
Fb/IG/YouTube: @abdullahmakhrus
www.abdullahmakhrus.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

SD MUHIDA PANEN MEDALI DI OLYMPICAD 7 BANDUNG

SD MUHIDA - Suasana hari ke empat di kota Bandung di pagi...

Perpustakaan Keliling SD Muhida Tiba di Taman Abhirama

SD MUHIDA - GLS atau gerakan loiterasi sekolah SD Muhida merupakan tim yang dibentuk dengan tujuan menyemarakkan literasi di lingkungan sekolah,...

Pulang dari Malaysia Tim Robot Muhida Oleh-oleh Empat Tropi

SD MUHIDA - Empat orang murid SD Muhida yaitu Rafardhan Athallah, M Yuki Maulana, Zuhal Abdillah Afkar dan Saka Athir Madakara yang...

Upacara Bendera HUT RI-78 : Teruskan Perjuangan Pahlawan dengan Giat Belajar

SD Muhida - SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-78 pada...

MAKASA day 2 : Bergembira di Atas Panggung

SD MUHIDA - Makasa di hari ke dua tidak kalah seru, acara dibuka di halaman sekolah oleh Bapak Saiful selaku kepala SD...