Selasa, 19 Januari 2021
Beranda Berita Kegiatan PJJ SD MUHIDA, Fokus Pada Life Skills dan Ibadah

PJJ SD MUHIDA, Fokus Pada Life Skills dan Ibadah

SIDOARJO – Mewabahnya virus corona (Covid-19) ini telah memberi dampak pada dunia pendidikan khususnya di indonesia, Beberapa sekolah telah memberhentikan sementara aktivitas pendidikannya, tidak terkecuali SD Muhammadiyah 1 Pucang Anom Sidoarjo (Muhida), namun apakah dengan dihentikannya sementara pembelajaran di sekolah, maka proses berjalannya pendidikan akan berhenti seluruhnya begitu saja?, tentu tidak demikian, proses pendidikan dapat terus berjalan dengan menggunakan metode alternatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), atau Pembelajaran Daring, untuk kondisi seperti saat ini PJJ memang alternatif penyampaian pendidikan yang paling relevan.

Banyak sekolah telah menerapkan PJJ pada siswa mereka, contohnya seperti memberikan tugas membuat makalah, merangkum, mengerjakan soal yang diberikan oleh guru dan kemudian mengumpulkannya dengan cara meng-unggah pada jam-jam yang telah ditentukan oleh guru.

Namun suasana penerapan PJJ yang berbeda dapat kita temukan pada SD Muhammadiyah 1 Pucang Anom Sidoarjo, Kegiatan PJJ di SD MUHIDA untuk seminggu kedepan ini difokuskan pada pendidikan Life Skills serta Ibadah (Pendidikan Agama), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat siswa dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Dalam penerapan PJJ-nya, SD MUHIDA bukan hanya melibatkan guru dan siswa saja, namun juga melibatkan peran wali siswa (orang tua siswa) dalam penyusunan kegiatan PJJ ini.

Wali siswa bersama siswa akan bersama-sama merancang sendiri kegiatan life skills apa saja yang akan dilakukan per-harinya, kemudian Hasil rancangan belajar yang sudah disusun tersebut, diinformasikan orangtua pada wali kelas dalam bentuk foto atau PDF yang dikirim melalui aplikasi WhatsApps (WA).

Menurut Kepala sekolah SD MUHIDA Ibu Enik Charul Umah, beliau menuturkan bahwa diterapkannya PJJ dalam model ini dengan tujuan “Agar dalam PJJ terwujud pembelajaran yang memanusiakan hubungan” menurut beliau “Kehadiran orangtua sebagai teman sepanjang hayat adalah hak setiap anak”.

“Maka SD Muhida memfasilitasi orangtua untuk andil secara sukarela dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar bersama putra-putrinya di rumah, Merancang kegiatan PJJ dengan pelibatan orangtua memerlukan koordinasi yang baik antara pimpinan sekolah, guru, dan orangtua”, tutur Ibu Enik.

Menurut beliau, terdapat dua point yang telah disepakati oleh Kepala sekolah dan Wali kelas dalam diskusi perihal PJJ melalui konferensi video, yaitu :

  1. Kegiatan yang dilakukan siswa dalam sepekan hanya life skill dan ibadah.
  2. Bentuk pelaporan dan monitoring kegiatan dilakukan secara daring melalui link management platform, yaitu bit.ly.

Dalam tahap pelaksanaanya, pertama, wali kelas menyampaikan informasi kegiatan PJJ ini dua hari sebelumnya melalui WA grup kelas. Menurut Ibu Enik “Dalam grup WA kelas ini interaksi komunikasi antara wali kelas dan orangtua mempunyai peran yang sangat penting untuk menyamakan persepsi sekolah dan orangtua. Maka kemampuan berkomunikasi tertulis wali kelas diuji di sini,”

Kemudian yang kedua, pada waktu yang disepakati bersama antara orangtua dan wali kelas, orangtua akan melaporkan kegiatan bersama putra-putrinya melalui bit.ly per-harinya.

Dan yang ketiga, Wali kelas akan bertatap muka dengan para siswa melalui konferensi video untuk melakukan refleksi tentang kegiatan yang telah mereka dilakukan selama sepekan, dalam moment ini setiap siswa diberi kesempatan untuk menceritakan pengalamannya, kesulitannya, serta harapannya setelah berkegiatan sepekan bersama orang tua. “Wali kelas memberikan umpan balik terhadap siswa,” tutur Ibu Enik.

Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan PJJ yang telah dilaksanakan oleh SD MUHIDA.

Adipta melakukan percobaan tentang pentingnya cuci tangan untuk literasi sains.

Membantu membersihkan lingkungan rumah supaya sehat.

Aulia sedang hafalan surat Al-Mutafifin.

Tara menunjukan cara membuat minuman segar.

Wali kelas bertatap muka dengan para siswa melalui konferensi video.

Ibu Enik berharap, adanya pelibatan orangtua dalam kegiatan PJJ ini mampu memberikan kualitas tugas yang menyenangkan dan kontekstual sesuai dengan keunikan siswa dan keluarganya. “Sehingga siswa dan orangtua menjadi insan yang merdeka belajar”.

Yang terakhir, mari kita berdoa kepada Allah SWT supaya Ia senantiasa menjaga kita, keluarga kita, kerabat kita dan orang-orang yang kita sayangi dari terkena wabah virus ini, dan semoga Allah SWT mengakhiri wabah ini agar kita semua dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

SD MUHIDA – THE WELLBEING SCHOOL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Cutie Funny Donnut : Pembelajaran Seru di Kelas 2

SIDOARJO – Hingga bulan Januari di tahun 2021 ini, kondisi dunia khususnya indonesia masih belum reda dari pandemi Covid-19, Sehingga belum memungkinkan...

Sidoarjo - Kabar gembira datang dari gelaran Story Telling Muhammadyah Education (ME) Award Special Edition 2020, Muhammadiyah Education (ME) Award merupakan ajang...

Selamat Memimpin SD MUHIDA, Bapak Syaifullah Rochim

Sidoarjo, 19 Desember 2020 - SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (SD Muh1da) melaksanakan Pelantikan dan serah terima jabatan kepala sekolah terpilih...

Ibra, Ilmuan Cilik Muh1da, Kembali Torehkan Prestasi di Dua Kompetisi Sains Sekaligus

Sidoarjo - Kiprah Ibrahim Naufal Zuhdi/Ibra siswa kelas 4 Ali SD Muh1da di ajang kompetisi sains sudah tidak diragukan lagi, Ibra sudah...

Ghaishani Meraih Medali Emas di Ajang Kejurda Junior Wakeboard Jawa Timur

Sidoarjo - Pengurus Propinsi Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia PSAWI Jawa Timur menggelar Kejuaraan Daerah Kejurda Ski Air tingkat Jawa Timur...