Selasa, 19 Januari 2021
Beranda Berita Prestasi EKSKUL FILM INDIE BIKIN MURID MANDIRI DAN KEMAMPUAN BERKEMBANG

EKSKUL FILM INDIE BIKIN MURID MANDIRI DAN KEMAMPUAN BERKEMBANG

INI NIH REKAMANNYA: Dari kiri Dony Indra Kusuma (kliper), Muh Ataurahman (sound record), Fatahranu Rizkin Hafy Mangunharjo (actor), dan Risnawan Gianendra Poer (kameraman) tim pembuat film pendek Senin (29/5) di SD Muh 1 Sidoarjo. (Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)

DI perpustakaan SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Senin (29/5), Donny Indra Kusuma bercerita tentang film Mak Crit Mak Plekentur yang diproduseri. Film yang digarap belasan anak kelas V dan kelas VI itu berkisah tentang Fajar dan Vero, si anak kota, saat berlibur ke desa. ’’Dua anak ini bermain ke sawah dan bertemu Fatur, si anak desa. Mereka bertiga bermain bersama,’’ ujarnya.

Dalam film tersebut, mereka ditampilkan tengah menikmati penganan bernama gatot. Mereka juga memainkan tari jaranan. Di sisi lain, Fatur juga diajari cara menggunakan pomade. ’’Film humor mengenai kehidupan sehari-hari. Ending-nya mereka bersama-sama ke masjid,’’ kata siswa kelas VI Umar tersebut.
KARYA SISWA SD: Akting Fatahranu Rizkin Hafy Mangunharjo (kiri) direkam Muh. Ataurahman (sound record), Dony Indra Kusuma (clipper), dan Risnawan Gianendra Poer (kamerawan).

KARYA SISWA SD: Akting Fatahranu Rizkin Hafy Mangunharjo (kiri) direkam Muh. Ataurahman (sound record), Dony Indra Kusuma (clipper), dan Risnawan Gianendra Poer (kamerawan). (Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)

Selain film itu, terdapat belasan karya lainnya yang sudah mereka buat. Di antaranya, Batik Safira, Jangan Tahayul, Memancing Kesabaran, dan Gotri. ’’Minimal dalam satu semester itu anak-anak ekskul film indie bisa membuat dua film,’’ tutur pembimbing ekskul film indie Fajar Rosyidah.

Tiga film tersebut pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional dalam Muhammadiyah Education Award. Film berjudul Batik Safira menjadi runner-up lomba film pada 2013. Adapun Jangan Tahayul mendapat runner-up pada 2014. Film MemancingKesabaran berhasil menjadi juara III dalam event serupa pada 2015.

’’Tahun 2016 tidak ada kompetisinya,’’ kata Rosyidah, sapaan akrab Fajar Rosyidah. Kompetisi film tingkat SD masih sangat jarang di tingkat Jawa Timur maupun nasional. ’’Itu saja kami ikut lomba tingkat junior. Saingannya anak-anak SMP juga,’’ tambahnya.

Untuk mengikuti ekskul tersebut, siswa harus lolos audisi. Salah satunya yang punya bekal tentang dunia perfilman dan kemauan tinggi. ’’Saat audisi itu juga langsung ditentukan, tergabung dalam kelompok produksi atau kelompok talent,’’ ucap Rosyidah.

Misalnya, saat audisi pandai bermain peran dan bisa memainkan beragam ekspresi wajah, bisa jadi siswa tersebut masuk kelompok talent. Sementara itu, yang punya kemampuan mengoperasikan kamera, berimajinasi tinggi untuk membuat cerita, dan bisa dasar editing bisa jadi masuk kelompok produksi. ’’Nah, nanti pembinaannya berbeda,’’ lanjutnya.

Siswa yang masuk kelompok talent akan belajar olah rasa dan memerankan beragam karakter. Adapun kelompok produksi akan diajari cara pengambilan gambar, lighting dan sound, editing, menjadi produser, serta sutradara.

Beragam manfaat didapat siswa dengan ikut ekskul. Salah satunya, melatih jiwa kepemimpinan seperti berkoordinasi dengan rekan yang lain. Mereka juga harus berani. Misalnya, saat butuh aktor satpam maupun orang tua. Mereka sendiri yang meminta langsung ke petugas satpam atau guru di sekolah untuk membantu menjadi talent. ’’Hampir seluruh guru pernah masuk film buatan anak-anak,’’ ungkap Kepala SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo Enik Chairul Umah. (uzi/c15/ai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Cutie Funny Donnut : Pembelajaran Seru di Kelas 2

SIDOARJO – Hingga bulan Januari di tahun 2021 ini, kondisi dunia khususnya indonesia masih belum reda dari pandemi Covid-19, Sehingga belum memungkinkan...

Sidoarjo - Kabar gembira datang dari gelaran Story Telling Muhammadyah Education (ME) Award Special Edition 2020, Muhammadiyah Education (ME) Award merupakan ajang...

Selamat Memimpin SD MUHIDA, Bapak Syaifullah Rochim

Sidoarjo, 19 Desember 2020 - SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (SD Muh1da) melaksanakan Pelantikan dan serah terima jabatan kepala sekolah terpilih...

Ibra, Ilmuan Cilik Muh1da, Kembali Torehkan Prestasi di Dua Kompetisi Sains Sekaligus

Sidoarjo - Kiprah Ibrahim Naufal Zuhdi/Ibra siswa kelas 4 Ali SD Muh1da di ajang kompetisi sains sudah tidak diragukan lagi, Ibra sudah...

Ghaishani Meraih Medali Emas di Ajang Kejurda Junior Wakeboard Jawa Timur

Sidoarjo - Pengurus Propinsi Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia PSAWI Jawa Timur menggelar Kejuaraan Daerah Kejurda Ski Air tingkat Jawa Timur...